Minggu, 31 Juli 2016

thumbnail

BNN Dan Polisi Terima Ratusan Miliar Dari Freddy Budiman Sebelum Di Eksekusi Mati


Agen Poker - Sebuah artikel dari aktivis hak asasi manusia, juga banyak diberikan di media sosial, mengungkap penyuapan yang dilakukan ratusan miliar tahanan narkoba bagi tubuh dan pejabat anti-obat nasional Mabes Polri.

 agen poker


Secara khusus, Haris Azhar dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Hilang dijelaskan percakapan dengan tahanan narkoba Freddy Budiman terjadi pada tahun 2014 lalu.

Freddy dalam artikel dikutip mengatakan, "Dalam perhitungan saya, selama bertahun-tahun bekerja untuk pengedar narkoba, aku harus meletakkan uang 450 miliar ke BNN. Saya jatuh cinta dengan 90 miliar untuk pejabat tertentu di kantor polisi. "

Agen Domino - Koordinasi kontras kepala terbukti juga mulai mereklamasi waktu itu Sitinjak yang menyebut diri "BNN mendorong para pejabat untuk memulihkan dua kamera mengawasi Freddy Budiman."

tuduhan ini bisa menyelidiki kebenaran?

 agen poker


Kepala Kantor Informasi Publik Divisi Humas Mabes Polri kata Agus Riyanto sulit untuk menyelidiki tuduhan karena terpidana telah dibuat dan tidak ada informasi apapun tentang nama penerima uang.

"Jenis informasi harus disampaikan kepada pihak yang berwenang, termasuk polisi segera sehingga kita dapat melacak dan mencari. Jika sekarang muncul, sementara mereka yang terlibat telah meninggal, untuk di mana kita ingin memeriksa dan mencari? " katanya kepada agen pokervvip.com.

"Kecuali ada nama, bagaimana menerima, jika tidak 400.000 kali menelepon polisi untuk menemukan?" Agus melanjutkan.

Dia juga mempertanyakan motif dari Haris diterbitkan sebelum pelaksanaan, tidak pada tahun 2014 ketika ia bertemu Freddy.

Agen Bandarq - Sementara itu, BNN dalam sebuah pernyataan resmi meminta Haris Azhar "Freddy membuktikan Budiman dinyatakan dalam kesaksiannya" dan mengatakan akan "memberikan langkah-langkah hukuman tegas dan keras" jika ada bisnis narkoba BNN membuktikan yang datang Freddy Budiman.

Budiman Freddy adalah salah satu dari empat obat dihukum dibuat di Nusakambangan, Jumat (29/07) pagi. Dia dijatuhi hukuman karena menyelundupkan 1,4 juta tablet ekstasi dari China pada tahun 2011.

Deputi Direktur kontras Koordinasi, Puri Kencana Putri, mengatakan, pemerintah harus segera bereaksi terhadap temuan kontras ini. "Saya percaya temuan ini telah banyak ditemukan dalam hasil, yang bisa menjadi pengetahuan umum bahwa dengan partisipasi dari unsur-unsur, tetapi aktor mengejar hanya bawah. "
"Kata Jaksa Agung bahwa kita masih pada obat istiqomah ngaca deh., Pasukan keamanan telah, apa yang telah terjadi."

Domino Online - Haris Azhar dalam bukunya Freddy Budiman mengatakan ia bertemu pada tahun 2014 dan memiliki undangan dari bimbingan rohani aktif organisasi gereja di penjara Nusa Kambangan. "Melalui undangan ini, saya memiliki kesempatan untuk bertemu dengan beberapa tahanan."

Beberapa pengguna di media sosial, menulis bahwa kisah semacam ini sudah menjadi rahasia umum. "Ironis," kata salah satu pengguna. Lain menulis, "preman berseragam Indonesia."

Sebagian menduga bukti itu. "Jika ini benar mana bukti? Penamaan elemen aktor dan penerima. Kalau ada yang bisa memposting dan menyatakan," ujar Jimz Fritzsonda.

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments

About